ARTICLE
TITLE

ANALISIS RISIKO PAPARAN SO2 DAN KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA PADA AREA KERJA COAL YARD DI PT. INDONESIA POWER, SURALAYA, PROVINSI BANTEN DOI : 10.25105/urbanenvirotech.v7i2.714

SUMMARY

Analisis Risiko paparan SO2, dan  Kebisingan Terhadap Kesehatan Pekerja Di PT Indonesia Power dilakukan pada area Coal Yard. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bahaya dan menganalisis risiko faktor lingkungan kerja yang mencakup pencemar udara, dan kebisingan. Identifikasi bahaya dilakukan dengan cara pengamatan di lapangan dan wawancara. Sedangkan dalam menganalisis risiko faktor lingkungan dilakukan menggunakan metode kuesioner dan selanjutnya dianalisis menggunakan metode regresi logistik dengan jumlah responden 140 karyawan dari populasi karyawan yang bekerja di area coal yard dan sekitar area coal yard. Hasil identifikasi bahaya yang dapat menimbulkan risiko tinggi di coal yard adalah paparan dri gas SO2  yang diakibatkan proses dari pembakaran batu bara pada unit pembakit dan, adanya area penyimpanan batu bara. Batu bara yang berada di area penyimpanan tersebut terbakar karena suhu yang panas dan menimbulkan gas SO2 di sekitar area tersebut. Selain paparan gas SO2 proses yang terjadi di unit pemangkit menimbulkan kebisingan di sekitar area kerja coal yard sehingga pekerja yang bekerja di area tersebut perlu memperhatikan kedua hal tersebut selama bekerja untuk menjaga kesehatan dan keselamatan selama bekerja. Dari hasil identifikasi potensi bahaya di area kerja coal yard dapat diamati faktor-fakor yang paling dominan berisiko terhadap gangguan kesehatan pekerja adalah paparan SO2 dan paparan kebisingan,yang ditunjukan dengan hasil analisis regresi logistik (P= 0,001) untuk pengaruh kebisingan, dan SO2, serta umur pekerja dan ketaatan penggunaan alat pelindung diri berhubungan dengan gangguan kesehatan. Ditunjukan dengan hasil analisis regresi logistik (p= 0,006) untuk variabel umur, dan (p=0,001) untuk variabel APD. Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan SO2 didapatkan bahwa faktor tingkat SO2 tidak berhubungan dengan keluhan pusing maupun sesak nafas pada pekerja. Faktor yang berhubungan spesifik adalah faktor lamanya masa kerja terhadap keluhan sesak nafas (OR =2,006), faktor tidak menggunakan APD terhadap keluhan pusing (OR =3,484). Pada analisis hubungan pekerja terhadap paparan kebisingan didapatkan bahwa faktor tingkat konsentrasi kebisingan tidak berhubungan dengan keluhan pusing, darah tinggi, dan cepat lelah namun berhubungan dengan keluhan kurang pendengaran pada pekerja (p=0,001). Faktor yang berhubungan berdasarkan hasil analisis regresi logistik adalah faktor kebisingan terhadap kurang pendengaran (OR = 3,136), faktor tidak menggunakan APD terhadap keluhan pusing (OR =3,484) dan kurang pendengaran (OR = 2,077)  Key word: SO2, Noise, Risk Analysis, Health Problem/Issue 

 Articles related

M. Rizki Utama, Amir Hidayatulloh    

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalis pengaruh good governance dan whistleblowing system terhadap kepatuhan wajib pajak. Selain itu, penelitian ini juga untuk menganalis pengaruh good governance dan whistleblowing system terhadap kepatuhan wajib ... see more

Revista: Fokus Bisnis

Novi DarmayantiIsnaini Anniswati Rosyida    

The mining industry has four types of risks, namely the discovery of uncertainties in the form of oil and gas resources, technological risks associated with uncertainty in costs, market risks associated with price shifts, and the risk of government polic... see more


Priyanka Prajna Paramitha, Dr. Rudy P. Tambunan, M.S., Dr. Tito Latif Indra, S.Si, M.Si    

Laju pertumbuhan penduduk dan kepadatan penduduk yang tinggi menyebabkan kompleksitas permasalahan lingkungan, salah satunya adalah permasalahan banjir. Laju pertumbuhan penduduk yang tinggi mendesak ruang-ruang terbuka hijau dan sempadan sungai berubah ... see more


Muhamad Nursalman    

Manajemen risiko pasar merupakan bagian kegiatan pokok untuk setiap bank manapun baik itu bank skala besar ataupun kecil. Karena risiko pasar menyangkut sekurangkurangnya dua hal penting, yaitu suku bunga dan nilai tukar, di mana hal ini sangat berkaitan... see more

Revista: INKOM Journal

Anggi Elanda, Djajasukma Tjahjadi    

IDS (Intrusion Detection System) adalah sistem komputer (bisa merupakan kombinasi software dan hardware) yang berusaha melakukan deteksi penyusupan. IDS akan melakukan pemberitahuan saat mendeteksi sesuatu yang dianggap sebagai mencurigakan atau tindakan... see more