Konsep Kebijakan Kompensasi Bagi Masyarakat Pemilik Hak Ulayat di Kawasan Cagar Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua

  • Ibrahim Kristofol Kendi Manajemen Administrasi Perkantoran FISIP UNCEN, Indonesia
Keywords: Kebijakan Kompensasi, Kawasan Cagar Alam, Masyarakat Pemilik Hak Ulayat, Kearifan Lokal

Abstract

Penelitian ini merupakan analisis konseptual mengenai kebijakan kompensasi bagi masyarakat pemilih hak ulayat yang ditetapkan sebagai kawasan cagar alam di Kabupaten Kepulauan Yapen Provinsi Papua. Sehingga dibutuhkan konsep yang tepat untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat adat pemilik hak ulayat untuk mengelolag hak ulayatnya dan juga pembangunan infrastruktur yang galang oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen tetap dilaksanakan tanpa mengurangi atau mengganggu areal yang ditetapkan sebagai kawasan cagar alam di daerah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka terhadap sejumlah undang-undang dan regulasi ditingkat pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Papua dan Kabupaten Kepulauan Yapen. Kajian ini menunjukan bahwa kebijakan baik berskala nasional, provinsi dan kabupeten cukup memberi ruang untuk menentukan model pengelolaan sumber daya alam terutama masyarakat pemilik hak ulayat dalam bentuk ekotorismse, hal ini akan terwujud manakala sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Papua dan Kabupaten Kepulauan Yapen mampu mengakomodir kepentingan masyarakat pemilik hak ulayat dalam bentuk produk kebiajkan daerah agar aktivitas masyarakat tetap berlangsung tanpa mengurangi prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan hidup yang baik sesuai harapan semua pihak.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agung, A. A. G. (2015). Pengembangan model wisata edukasi-ekonomi berbasis industri kreatif berwawasan kearifan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora, 4(2).

Antara, M., & Yogantari, M. V. (2018). Keragaman Budaya Indonesia Sumber Inspirasi Inovasi Industri Kreatif. SENADA (Seminar Nasional Manajemen, Desain Dan Aplikasi Bisnis Teknologi), 1, 292–301.

Barri, M. F., Condro, A. A., Apriani, I., Cahyono, E., Prawardani, D. D., Hamdani, A., Syam, M., Ngingi, A. J., Habibie, A., & Oktaviani, A. R. (2019). Bioregion Papua: Hutan dan Manusianya. Hasil Studi Baseline Mengenai Hutan Dan Manusia Di Bioregion Papua. Forest Watch Indonesia (FWI), Indonesia.

Fadli, M., & Lutfi, M. (2016). Hukum dan Kebijakan lingkungan. Universitas Brawijaya Press.

Fatem, S. M., & Asem, G. (2015). Conservation district as political action of local government for natural resources management; case study of Tambrauw district West Papua, Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1(6), 1403–1410.

Kristian, I. (2022). Implementasi Kebijakan Program Keluarga Harapan di Kecamatan Pamulihan Kabupaten Garut. Dinamika: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 9(1), 23–37.

Kuswana, D., & Hakim, A. (2016). Dampak industri terhadap pergeseran nilai sosial budaya masyarakat: Studi deskriptif di Kecamatan Cipendeuy & Kecamatan Purwadadi Kabupaten Subang. LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Mahson, M. (2022). Penegakan Hukum Lingkungan Administratif Terhadap Pengelolaan Limbah B3 Medis dan Limbah Cair Rumah Sakit Dalam Mewujudkan Sustainable Development di Kota Pekalongan. Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Nugroho, R. (2014). Public Policy: Teori, Manajemen, Dinamika, Analisis, Konvergensi, dan Kimia Kebijakan. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Prabowo, C. (2016). Resentralisasi Dalam Pembagian Kewenangan Pemanfaatan Energi Panas Bumi. Veritas et Justitia, 2(2), 380–396.

Sari, M. E. P., & Pratiwi, D. A. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesejahteraan Hidup Masyarakat Suku Laut Pulau Bertam Kota Batam. Jurnal Trias Politika, 2(2), 137–152.

Sinapoy, M. S. (2018). Kearifan lokal masyarakat adat Suku Moronene dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Halu Oleo Law Review, 2(2), 513–542.

Situngkir, D. A. (2022). Perlindungan Hak Ulayat Masyarakat Adat Dalam Hukum Positif di Indonesia. Ensiklopedia Education Review, 4(3), 255–263.

Susanti, T., & Marom, A. (2019). Evaluasi Program Puskesmas Mampu PONED (Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar) di Puskesmas Bangetayu Semarang. Journal of Public Policy and Management Review, 8(2), 148–168.

Winarno, O. T., Alwendra, Y., & Mujiyanto, S. (2016). Policies and strategies for renewable energy development in Indonesia. 2016 IEEE International Conference on Renewable Energy Research and Applications (ICRERA), 270–272.

Wulandari, C., Setyarso, A., Kartodihardjo, H., Djajono, A., Suwarno, E., Mustofa Sardjono, A., & Nugroho, B. (2014). Strategi Pengembangan KPH dan Perubahan Struktur Kehutanan Indonesia. FORCLIME dan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Yuniati, D., Saputra, M. H., Januar, H. I., Kuswandi, R., Hadiyan, Y., Hadi, E. E. W., Hidayah, I., Humaida, N., & Sukmawati, J. G. (2023). Karbon Hijau Savana Nusa Tenggara Timur. Media Sains Indonesia.
Published
2022-11-20