Analisis Prioritas Penanganan Kerusakan bendung di DAS Mayang Kabupaten Jember

Afriq Fadian Syahya(1*), Wiwik Yunarni Widiarti(2), Entin Hidayah(3)

(1) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember. Jember, Jawa Timur
(2) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember. Jember, Jawa Timur
(3) Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember. Jember, Jawa Timur
(*) Corresponding Author

DOI: https://doi.org/10.25077/jrs.19.1.1-13.2023

Copyright (c) 2023 Afriq Fadian Syahya, Wiwik Yunarni Widiarti, Entin Hidayah

Abstract


Bertambah besarnya tanggung jawab pemerintah daerah menuntut semakin banyak jumlah anggaran yang harus dikeluarkan dalam pembangunan. Hal ini merupakan tantangan dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan. Salah satu tunggang jawab tersebut adalah melakukan penanganan terhadap kerusakan bangunan utama irigasi yang masing masing memiliki manfaat, tingkat kerusakan, dan keterbatasan yang berbeda beda, sehingga penentuan prioritas rehabilitasi sulit untuk dilakukan. Studi ini bertujuan untuk menentukan prioritas penanganan bendung berdasarkan analisis tiga kinerja yang meliputi kondisi prasarana, ketersediaan air, dan luas area irigasi. Penilaian ini dilakukan pada lima bendung yang berurutan pada aliran sungai utama DAS Mayang. Proses pengambilan data dilakukan dengan penyebaran kuisioner kepada 9 orang dari Dinas PU Pengairan Jember dan 1 orang dari UPT Pengairan Mayang. Sedangkan data ketersediaan air dan luas area irigasi didapatkan dari Dinas PU Pengairan Jember. Penentuan bobot kinerja bendung dilakukan menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Penilaian tingkat kerusakan bendung dilakukan dengan pengamatan langsung dilapangan yang mengacu pada Permen PU No.12/PRT/M/2015. Hasil pembobotan kinerja bendung menunjukan bahwa kondisi prasarana 49%, ketersediaan air 42%, dan luas area Irigasi 9%. Bendung Tegal Waru merupakan prioritas utama dalam penanganan kerusakan.

Keywords


AHP; Kinerja Bendung; Bendung; Prioritas Penanganan; Tingkat kerusakan

Full Text:

PDF

References


Aprilina, Y. (2013). Analisis Prioritas Operasi Dan Pemeliharaan Serta Rehabilitasi Daerah Irigasi; Studi Kasus 8 Daerah Irigasi Di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Arthur, P. K., Ernanda, H., & Ahmad, H. (2015). Teknologi Pertanian Model Penetapan Prioritas Rehabilitasi Bendung Berbasis Metode Analytical Hierarchy Process ( AHP)( Studi Kasus Di Wilayah Kerja UPT Pengairan Kalisat Kabupaten Jember ). 1(November 2013).

Efendi, H., Sangkawati, S., Samto Atmodjo, P., & Husni, N. L. (2019). Irrigation Maintenance Priority Analysis (Case Study: Irrigation Areas in Salatiga City). Journal of Physics: Conference Series, 1167(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/1167/1/012018

Ernanda, H. (2014). Kajian Penilaian Kondisi Dan Keberfungsian Komponen Aset Berbasis Ahp Dalam Penetapan Urutan Prioritas Pengelolaan Aset Irigasi Bendung ‐ Kabupaten Jember. LSP-Jurnal Ilmiah Dosen, 10, 1–12.

K. M. Arsyad. (2017). Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Irigasi tingkat Juru. In Modul Pengetahuan Umum Irigasi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2006). Penggunaan Dana Alokasi Khusus Bidang Infrastruktur Tahun 2006 Departemen Pekerjaan Umum.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri PUPR No. 12/PRT/M/2015 Tentang Eksploitasi dan Pemeliharaan Jaringan irigasi. https://peraturan.bpk.go.id/Home/Details/159868/permen-pupr-no-12prtm2015-tahun-2015

Nurkholis, A., Widyaningsih, Y., Rahma, A. D., Suci, A., Abdillah, A., Wangge, G. A., Widiastuti, A. S., & Maretya, D. A. (2018). Analisis Neraca Air DAS Sembung, Kabupaten Sleman, DIY (Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, Kekritisan Air). https://doi.org/10.31227/osf.io/ymhkg

Putri, N. M. (2018). Analisis Prioritas Rehabilitasi Bendung (Studi Kasus Bendung Cokrobedog, Gamping, Pendowo, dan Pijenan di Kali Bedog). Jurnal Teknik Sipil, 25(2), 141. https://doi.org/10.5614/jts.2018.25.2.7

Ramanathan, R. (2001). A note on the use of the analytic hierarchy process for environmental impact assessment. Journal of Environmental Management, 63(1), 27–35. https://doi.org/10.1006/jema.2001.0455

Russo, R. D. F. S. M., & Camanho, R. (2015). Criteria in AHP: A systematic review of literature. Procedia Computer Science, 55(July), 1123–1132. https://doi.org/10.1016/j.procs.2015.07.081

Saad, N. Y., & Fattouh, E. M. (2017). Hydraulic characteristics of flow over weirs with circular openings. Ain Shams Engineering Journal, 8(4), 515–522. https://doi.org/10.1016/j.asej.2016.05.007

Saaty, T. L. (2008). Decision making with the Analytic Hierarchy Process. Scientia Iranica, 9(3), 215–229. https://doi.org/10.1504/ijssci.2008.017590

Salazar-Briones, C., Ruiz-Gibert, J. M., Lomelí-Banda, M. A., & Mungaray-Moctezuma, A. (2020). An integrated urban flood vulnerability index for sustainable planning in arid zones of developing countries. Water (Switzerland), 12(2). https://doi.org/10.3390/w12020608

Sasongko, A., Astuti, I. F., & Maharani, S. (2017). Pemilihan Karyawan Baru Dengan Metode AHP (Analytic Hierarchy Process). Informatika Mulawarman : Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 12(2), 88. https://doi.org/10.30872/jim.v12i2.650

Savitri, E. (2015). Jaringan Irigasi Di Kabupaten Bengkayang ( Studi Kasus Daerah Irigasi Ketiat B ).

Triadmojo, B. (2008). Hidrologi Terapan. Beta Offset.

Yurbangsai, N., Thepprasit, C., & Vudhivanich, V. (2020). Weir Condition Assessment by Condition Index Method and Analytic Hierarchy Process. The Journal of King Mongkut’s University of Technology North Bangkok, 30(3). https://doi.org/10.14416/j.kmutnb.2020.05.007

Zamroni et al. (2016). Skala Prioritas Pemeliharaan dan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Sederhana (Studi Kasus Di Kabupaten Semarang). Seminar Nasional Sains Dan Teknologi 2016, November, 1–9.




Jurnal Rekayasa Sipil (JRS)-Universitas Andalas (Unand). ISSN: 1858-2133 (print) & 2477-3484 (online)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
View JRS-Unand Stats