ARTICLE
TITLE

Pengaruh Senam Nifas Terhadap Involusi Uterus Ibu Post Partum10.33757/jik.v5i2.425

SUMMARY

Kasus kematian pada ibu utamanya disebabkan oleh perdarahan (37%), infeksi (22 %), dan tekanan darah tinggi saat kehamilan (14 %) menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) 2016. Upaya pencegahan perdarahan postpartum dapat latihan/ senam yang dilakukan pada masa nifas. Senam Nifas juga berperan dalam proses involus uterus. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh Senam nifas terhadap involusi uterus pada ibu post partum. Jenis penelitian ini adalah post test only control design. Dalam penelitian ini terdapat dua kelompok yaitu kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin dengan jumlah 30 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua ibu bersalin di Bidan Praktek Mandiri kota Padang yang terdiri dari 15 orang kelompok intervensi dan 15 orang kelompok kontrol. Hasil dari penelitian di dapatkan bahwa pada responden yang diberikan pijat oksitosin dengan minyak lavender mengalami involusi lebih normal (76, 6%) dan pada responden tanpa dilakukan senam nifas mengalami involusi uteri tidak normal (76,6%), ada hubungan yang bermakna antara senam nifas dengan involusi uterus yang ditunjukkan dengan nilai p <0.05. Disarankan kepada ibu postpartum untuk melakukan senam nifas agar mempercepat involusi uteri.

 Articles related

Meutia Setyowati Mahanani Lestari, Erwin Prasetyo Ardy, Dwi Ngestiningsih, Amallia N Setyawati    

Latar belakang: Lansia rentan mengalami penurunan albumin dan hemoglobin akibat defisiensi nutrisi, degenerasi organ, serta peningkatan oksidan dalam tubuh. Zink adalah mikromineral esensial yang berperan sebagai kofaktor enzim, hepatoprotektor, antioksi... see more


Dini Dini Suryani, Putri Minas Sari, Nur Insani    

Senam ergonomik merupakan kombinasi gerakan otot dan teknik pernafasan. Teknik pernafasan tersebut mampu memberikan pijatan pada jantung akibat dari naik turunnya diafragma, membuka sumbatan-sumbatan dan memperlancar aliran darah ke jantung dan aliran da... see more


Veri Veri,Tuti Amelia    

Berdasarkan Riskesdas tahun 2013, kejadian hipertensi di Indonesia dengan umur 45 hingga 54 tahun yaitu 35,6% kelompok usia 55 hingga 64 tahun yaitu 45,9% kelompok usia 65 hingga 74 tahun sebesar 57,6% dan kelompok usia diatas 75 tahun yaitu 63,8% hipert... see more


Nurul Patima, Darwis Darwis, Hasanuddin Hasanuddin    

Diabetes Melitus tipe 2 disebabkan oleh kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap insulin. Pankreas tetap menghasilkan insulin, kadang kadarnya lebih tinggi dari normal. Latihan fisik salah satunya senam prolanis yang berperan sebagai glicemic control y... see more


Adelia Ramadhanti, Nor Afni Oktavia, Andika Andika    

Penyakit pada lanjut usia cenderung ke arah penyakit degenerative salah satunya hipertensi. Penanganan hipertensi secara non farmakologi antara lain dengan melakukan senam kebugaran lansia. Untuk Mengetahui pengaruh senam kebugaran lansia terhadap penuru... see more